ramadhanpohan

Font Size

Screen

Profile

Layout

Direction

Menu Style

Cpanel

#News Room

PSSI Tunjuk Ramadhan Pohan Jadi Manajer Timnas

  • PDF

BolaNews — Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menunjuk Ramadhan Pohan sebagai manajer timnas senior. Wakil Sekjen Partai Demokrat itu menggantikan manajer sebelumnya, Fery Kodrat.

“Kami menunjuk dia lewat rapat anggota Komite Eksekutif pada Selasa (17/4/2012),” kata Penanggung Jawab Timnas Bernhard Limbong kepada wartawan di kantor PSSI, Senin (23/4/2012).

Limbong menjelaskan bahwa keputusan menunjuk Ramadan sebagai manajer tidak terlepas dari keinginan Ramadan untuk memajukan sepak bola. “Dia memiliki komitmen terhadap sepak bola. Selain itu, dia juga pengurus PSSI sebagai Ketua Harian Fair Play,” ujar Limbong.

Ramadhan memiliki tugas yang tidak ringan. Dia harus mempersiapkan tim dalam turnamen di Palestina pada 13-24 Mei serta laga persahabatan melawan Inter Milan pada 24-26 Mei dan Liverpool pada bulan Juni. Ia juga harus mempersiapkan tim untuk Piala AFF pada Oktober nanti.

Sementara itu, Ramadhan mengaku merasa terhormat bisa ditunjuk sebagai manajer timnas. “Ini kesempatan bagi saya untuk memberikan kontribusi bagi bangsa. Kami berusaha membuat timnas ini solid dan kokoh untuk kepentingan ‘Merah Putih’. Saya sempat berpikir dulu. Namun, ini bagian kecintaan saya terhadap sepak bola nasional,” ujarnya.

Demokrat Masih “Gantung” Ilham

  • PDF

JAKARTA, FAJAR -- Meskipun Ilham Arief Sirajuddin sudah mendeklarasikan dirinya sebagai calon gubernur Sulsel periode 2013-2018 berpasangan dengan Aziz Kahhar Mudzakkar, bukan berarti wali kota Makassar itu dengan mudah mengantongi rekomendasi dari Partai Demokrat.

Saat ini, rekomendasi dari partai berlambang mercy itu masih tertahan di Majelis Tinggi Partai Demokrat yang diketuai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Meski SBY selaku ketua Dewan Pembina Demokrat sudah merestui Ilham, namun Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, belum membubuhkan tanda tangan terkait rekomendasi tersebut. Sumber FAJAR menyebutkan, Anas masih menjadikan rekomendasi itu sebagai bargaining bagi Ilham untuk melegitimasi posisi Anas sebagai ketua umum DPP Partai Demokrat yang belakangan banyak mendapat kecaman.

Saat ini Anas memang didera sejumlah masalah. Termasuk dugaan suap terhadap kader-kader Demokrat pada saat kongres di Bandung. Banyak kader-kader di daerah yang bersaksi memojokkan Anas, termasuk dari Sulsel.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Saan Mustofa tak membenarkan informasi ini. Ditemui di sela-sela fit and propert test calon anggota Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu, Saan  mengungkapkan, kasus yang membelit Anas dengan rekomendasi untuk Ilham tidak ada kaitannya. Rekomendasi tersebut, kata Saan, merupakan kewenangan Majelis Tinggi Partai Demokrat. Majelis Tinggi, sebut Saan, akan memproses sesuai mekanisme. “Rekomendasi itu juga tidak mendesak karena tahapan pemilukada di Sulsel masih lama,” ujarnya.

Saan juga mengungkapkan, di Sulsel, Partai Demokrat belum memutuskan siapa yang akan diusung sebagai kandidat calon gubernur dan calon wakil gubernur. Menurut dia, Majelis Tinggi akan melihat siapa yang paling berpeluang dicalonkan, baik dari segi elektabilitas maupun popularitas. Termasuk mempertimbangkan apakah kandidat itu bisa membuat Sulsel lebih baik atau sebaliknya.

"Nanti kita lihat semua, Pak Aco (Ilham Arief Sirajuddin, red) itu salah satu. Tapi nanti kita lihat semua. Ada mekanisme survei dan sebagainya," jelas Saan.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Ramadhan Pohan juga mengeluarkan bantahan senada. Ditemui terpisah kemarin, Ramadhan mengatakan, rekomendasi itu masih ada di Majelis Tinggi.

Mengenai peluang Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin, untuk diusung Partai Demokrat, Ramadhan mengatakan jika hal itu cukup terbuka. Alasannya, hanya figur wali kota Makassar itu yang dinilai bisa menandingi calon dari Partai Golkar, Syahrul Yasin Limpo.

Bantah Janji PPP

Sementara itu, Syahrul Yasin Limpo tidak akan terpengaruh surat Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Surya Dharma Ali dalam menentukan siapa calon wakilnya di pemilihan gubernur 22 Maret mendatang. Syahrul menegaskan tetap akan menggunakan survei untuk penentuan cawagub.

Seusai menyaksikan penandatanganan pakta integritas bupati dan wali kota se Sulsel di ruang pola kantor gubernur, Rabu, 21 Maret, Syahrul mengatakan tetap pada aturan yang sudah diputuskan dalam hal penentuan cawagub.

"Saya tetap pada aturan yang ada bahwa yang disepakati kita harus melalui survei. Saya berharap tidak hanya menang pemilukada, kita harus menangkan pemerintahan selanjutnya," tegasnya.

Ia juga tak menyebut didorongnya kader PPP sebagai wakilnya di pilgub sebagai bagian dari pembicaraannya dengan Surya Dharma Ali. Meski tak menyebut secara pasti isi pertemuan sebenarnya, namun Syahrul menegaskan, "Normal-normal saja."

Ditanya mengenai bocoran pertemuan bahwa PPP hanya mendukung SYL kalau wakilnya dari kader Kakbah, Syahrul membantahnya. "Kami tidak membicarakan itu. Saya bukan hanya milik Syahrul, saya milik banyak orang, saya milik banyak organisasi dan milik partai. Saya tidak mau fokus satu dua," katanya.

Mantan Bupati Gowa dua periode ini malah menyebut sama sekali tidak ada surat SDA terkait cawagub. Termasuk surat yang menawarkan Andi Jamaro Dulung sebagai cawagubnya. "Tidak ada. Saya tidak menerima surat-surat," katanya.

Soal Andi Jamaro sendiri, Syahrul enggan memberikan penilaian. "Saya tidak mau bicara orang. Saya mau bicara sistem. Silakan masuk dalam sistem," tegasnya. (asw-amr/sil)

Tuding Wiranto Makar, DPP Demokrat akan Panggil Ramadhan Pohan

  • PDF

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan segera dipanggil DPP Partai Demokrat. Pemanggilan Ramadhan terkait isu makar yang dilakukan Ketua Partai Hati Nurani Rakyat Wiranto yang dihembuskan anggota DPR itu pekan lalu.

Kepastian pemanggilan Ramadham Pohan itu disampaikan oleh Ketua Komunikasi dan Informasi Partai Denmokrat Andi Nurpati kepada sejumlah wartawan di DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (6/3).

Andi Nurpati memastikan Ramadhan Pohan akan dipanggil untuk dimintai keterangan sekaligus bukti-bukti yang dimilikinya seputar tuduhannya itu. Andi Nurpati memastikan, pernyataan Ramadhan tersebut merupakan pernyataan pribadi, bukan pernyataan resmi Partai Demokrat.

Andi Nurpati mengaku sedikit aneh dengan reaksi yang sangat berlebihan terhadap seorang Ramadhan Pohan yang memberikan pernyataan pedas. Karena, kata Andi, banyak politikus yang bersuara lebih keras dari Ramadhan namun tidak pernah diperguncingkan. (Hilman Mattauch/DOR)

Hanura: Ramadan Pohan Ingin 'Menjilat' SBY

  • PDF

Jakarta, Teraspolitik - Tuduhan Wakil Sekjen Partai Demokrta Ramadhan Pohan bahwa Partai Hanura dan Jenderal (Pur) Wiranto mempolitisir dan mengeksploitir persidangan Nazaruddin sangat naif.

Hal itu dikemukan  salah satu pendiri partai Hanura Sukmadji Indro Tjahyono kepada Teraspolitik.com, Jum’at (2/3).

 

Kemarin, kepada wartawan Ramadhan Pohan mengungkapkan, pihaknya mencurigai orang-orang di sekeliling Nazarudin berusaha untuk menghancurkan Demokrat.

"Harus dicurigai siapa orang-orang di sekitar Nazar, karena dulu Nazar itu tertutup sama media kok sekarang tiba-tiba ngomong terus di media," jelas Pohan kepada wartawan di DPR, Kamis (1/3).


Lebih lanjut anggota Komisi II DPR ini kembali menuduh bahwa di balik serangan yang diletupkan oleh Nazar adalah Elza Syarif yang didukung oleh Partai Hanura.


Selain itu menurut Pohan, Wiranto dan partainya masih sakit hati lantaran dua kali kalah dengan SBY dalam Pilpres.


"Elza itu orang Hanura, kemungkinan besar ada kepentingan politik, karena mungkin Wiranto masih sakit hati karena kalah dua kali dengan SBY," pungaks Ramahan.


Saya nggak tahu apakah dengan cara ini Pohan mau menjilat SBY. Ini mengingat pernyataannya tidak pantas dan naif bagi tokoh teras Partai Demokrat yang selama ini selalu diunggulkan, ujar mas Indro sapaan Sukmadji Indro Tjahyono geram.


Menurutnya, Pohan hanya melihat peran Elza Syarief sebagai salah satu petinggi Partai Hanura yang kebetulan menjadi pembela Nazaruddin. Pohan tidak paham tentang relasi antara profesi dengan status seseorang sebagai anggota partai politik.

"Ramadhan Pohan juga ingin mendiskreditkan fakta-fakta yang terungkap di pengadilan Nazaruddin seolah-olah sebagai hasil rekayasa politik. Inilah contoh kelicikan orang-orang Partai Demokrat selama ini, yakni gembar-gembor berantas korupsi untuk menutupi korupsi mereka yang lebih besar,” terang Indro yang juga mantan aktivis mahasiswa era 77/78.


Kalau kita ikuti logika Ramadhan Pohan yang menggunakan analisis personal, maka Menhukham Amir Samsyudin bisa dituduh sebagai sutradara dari semua proses peradilan korupsi yang menyangkut tokoh-tokoh Partai Demokrat. Jadi, menurut Indro, pernyataan Ramadhan Pohan itu mencerminkan situasi internal Partai Demokrat yang sudah amburadul.

“Semua anggota partai Demokrat sudah panik dan ingin mencari jalan selamat masing-masing. Sehingga, mencari jalan untuk bisa menjilat atasan dengan caranya masing-masing pula,” demikian ia menjelaskan. (wit) teraspolitik

Ramadhan Pohan: Wiranto Sakit Hati Kalah Sama SBY

  • PDF

JAKARTA - Wakil Sekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan mencurigai orang-orang di sekeliling Nazarudin berusaha untuk menghancurkan partainya. Indikasi ini terlihat lantaran Nazar sering berkomunikasi dengan media.

"Harus dicurigai siapa orang-orang di sekitar Nazar, karena dulu Nazar itu tertutup sama media kok sekarang tiba-tiba ngomong terus di media," jelas Pohan kepada wartawan di DPR, Kamis (1/3/2012).

Lebih lanjut anggota Komisi II DPR ini kembali menuduh bahwa di balik serangan yang diletupkan oleh Nazar adalah Elza Syarif yang didukung oleh Partai Hanura.

Selain itu menurut Pohan, Wiranto dan partainya masih sakit hati lantaran dua kali kalah dengan SBY dalam Pilpres.

"Elza itu orang Hanura, kemungkinan besar ada kepentingan politik, karena mungkin Wiranto masih sakit hati karena kalah dua kali dengan SBY," tegasnya.

Sumber Berita : http://news.okezone.com/read/2012/03/01/339/585310/ramadhan-pohan-wiranto-sakit-hati-kalah-sama-sby

You are here: