ramadhanpohan

Wednesday, 19 June 2013

Font Size

Screen

Profile

Layout

Direction

Menu Style

Cpanel

Kroni Anas Makin Memicu Perang Terbuka di Tubuh Demokrat

  • PDF

Mataharinews.com, Jakarta - Setelah dinilai elektabilitasnya kian terpuruk oleh lembaga survei terkait dengan sangkaan korupsi terhadap beberapa elit partainya, lebih jauh lagi, Partai Demokrat (PD) menjadi semakin rawan seiring dengan munculnya pro kontra atas pemunduran Ketua Umum PD Anas Urbaningrum. Faksi-pun bermunculan di permukaan dengan garis dan sikap yang tegas layaknya perang terbuka. Beberapa kader dan pengurus PD terlihat kalut, namun diantara itu ada juga yang memanfaatkan situasi ini untuk mendongkrak popularitasnya semata. Sebelumnya Sekretaris DPD PD DKI Jakarta, Irfan Gani dengan tegas mengatakan akan melawan siapapun yang coba-coba mendongkel Anas Urbaningrum dari jabatannya sebagai Ketua Umum karena hal ini melanggar konstitusi dan AD/ART partai.

Irfan Gani yang segaris dengan Anas Urbaningrum selaku kader matang dari HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) yang kini kader HMI telah merasa mengakar di tubuh Demokrat hingga ke daerah-daerah, sehingga merasa aman berlindung dalam AD/ART dan dukungan kader HMI dari daerah-daerah.

Sementara itu, ratusan massa dan kader PD yang terhimpun dalam Barisan Pemuda Penyelamat Partai Demokrat berunjukrasa di depan kantor DPD PD Sulteng di Jalan Setia Budi, Palu, Rabu (20/06/2012) sebagai reaksi dari pernyataan Sekretaris DPD PD DKI Jakarta, Irfan Gani yang menentang Pemunduran Anas Urbaningrum.

Unjukrasa yang diadakan di depan pintu kantor DPD PD Sulteng itu diwarnai dengan membakar ban bekas serta pamflet yang bertuliskan kecaman terhadap Anas Urbaningrum. Pengunjuk rasa meminta agar Anas Urbaningrum segera mundur dengan kesadaran,

"Anas mengatasnamakan partai untuk kejahatannya sehingga merugikan kader lainnya! Tangkap dan hukum sekalian kroni-kroni kasus Hambalang!"orasi Salim Baculu, salah seorang pengunjukrasa melalui pengeras suara.

Para pengunjukrasa juga menegaskan, apabila dalam waktu dekat ini tuntutannya tidak dipenuhi maka mereka akan mengepung DPD PD Sulteng dan membawa jumlah massa yang lebih besar lagi. Selain itu, mereka tidak hanya akan membakar ban bekas dalam aksinya nanti tapi juga membakar kantor DPD PD Sulteng apabila tuntutannya tidak ditanggapi.

Menanggapi kemelut antar kader ini, Wakil Sekjen Partai Demokrat, Ramadhan Pohan mengatakan, sesama kader Partai Demokrat diminta untuk tidak saling serang di ranah publik, karena hal ini justeru akan mendorong Partai Demokrat lebih terpuruk lagi.

"Kader PD tidak boleh saling serang di ranah publik. Kita punya mekanisme untuk menyelesaikan semua persoalan. Saya harap ini tidak diperpanjang lagi. cukup sampai disini saja,"ucap Ramadhan Pohan di Jakarta, Kamis (21/06/2012).

Beberapa sumber di DPP PD yang tidak bersedia disebutkan namanya mengatakan, bahwa munculnya Ipang (Irfan Gani) dengan pernyataan kerasnya itu bukanlah ujug-ujug tapi ada yang kendalikan,"Ipang dimajukan sebagai uji kemampuan faksi Anas (HMI), kalau Ipang berhasil junior Anas yang di DPD lain akan menyusul membuat pernyataan keras,"ucapnya.

Sumber tersebut juga mengatakan, pada akhirnya konflik ini menjadi konflik antara Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina, dan manakala hal ini kian menggelembung dan berbahaya, hal ini lebih disebabkan lantaran SBY yang tidak mau bersikap dan bertindak tegas,"Sikap SBY yang santun dan penuh tenggang rasa ini yang dimanfaatkan sebagai senjata pemukul oleh Anas dan kroni-kroninya,"pungkasnya. (Ep)

Last Updated on Friday, 22 June 2012 15:31

You are here: