Profil Dapil
PENDAHULUAN
RAKYAT di Daerah Pemilihan Jawa Timur (Dapil Jatim) VII telah memercayai saya untuk duduk sebagai wakil rakyat di Senayan. Lima kabupaten di Dapil Jatim VII yang terus menjadi pantauan saya ini biasa disebut sebagai Pawitan Golek, yang merupakan akronim dari Pacitan, Ngawi, Magetan, Ponorogo, dan Trenggalek. Berikut sekilas pandang lima kabupaten yang memberikan amanah dan kepercayaannya kepada saya sebagai "wakile sedulur kabeh".
PACITAN
Pengantar
Pacitan merupakan salah satu dari 38 Kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang terletak di bagian selatan barat daya. Sebagian besar berupa perbukitan, yaitu lebih kurang 85 persen gununggunung kecil dan menyebar di seluruh wilayah, serta jurang terjal dalam deretan Pegunungan Seribu yang membujur sepanjang Selatan Pulau Jawa. Sedangkan selebihnya merupakan dataran rendah.
Demografi
Berdasarkan sensus tahun 2006, jumlah penduduk Pacitan mencapai 555.262 jiwa dengan rasio perbandingan setiap 100 perempuan terdapat 96 laki-laki.
Perekonomian
Pertanian terdiri dari padi sawah, padi ladang , jagung, dan kedelai. Perindustrian terdiri dari batu akik, terasi, anyaman rotan, batik tulis, keramik gerabah, serta mainan anak. Sedangkan potensi investasi berupa perikanan dan pertambangan.
PONOROGO
Pengantar
Dilihat dari keadaan geografisnya, Kabupaten Ponorogo dibagi menjadi 2 sub-areal, yaitu areal dataran tinggi yang meliputi Kecamatan Ngrayun, Sooko, Pulung, Ngebel, serta Pudak. Sedangkan sisanya merupakan daerah dataran rendah. Dengan luas wilayah 1.371,78 km persegi, jarak Ibu Kota Ponorogo dengan Ibu Kota Provinsi Jawa Timur (Surabaya) lebih kurang 200 km arah timur laut dan sekitar 800 km ke arah barat menuju Ibu Kota Negara (Jakarta).
Demografi
Berdasarkan sensus tahun 2006, jumlah penduduk Ponorogo sekitar 919.392 jiwa yang terdiri dari 452.231 laki-laki dan 467.161 perempuan dengan tingkat sebaran 646 jiwa per 1 km persegi. Mereka tinggal di 21 kecamatan yang berada di kabupaten ini.
Perekonomian
Kabupaten Ponorogo merupakan wilayah dengan lahan pertanian yang luas. Pertanian juga merupakan sektor yang memberikan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Ponorogo. Sebagian besar penduduk Kabupaten Ponorogo juga berusaha sebagai petani.
TRENGGALEK
Pengantar
Kabupaten Trenggalek sebagian besar terdiri dari tanah pegunungan dengan luas meliputi 2/3 bagian luas wilayah. Sedangkan sisa-nya (1/3 bagian) merupakan tanah dataran rendah. Ketinggian tanahnya di antara 0 hingga 690 meter diatas permukaan laut. Dengan luas wilayah 126.140 hektare, Kabupaten Trenggalek terbagi menjadi 14 kecamatan dan 157 desa/kelurahan. Hanya sekitar 4 kecamatan yang mayoritas desanya berupa dataran, yaitu Kecamatan Trenggalek, Kecamatan Pogalan, Kecamatan Tugu, serta Kecamatan Durenan. Sedangkan desa-desa di 10 kecamatan lainnya mayoritas di pegunungan. Empat kecamatan memiliki luas wilayah kurang dari 50 km persegi: Kecamatan Gandusari, Durenan, Suruh, dan Pogalan. Tiga kecamatan seluas antara 50-100 km persegi adalah Kecamatan Trenggalek, Tugu, serta Karangan. Tujuh kecamatan lainnya mempunyai luas di atas 100 km persegi.
Demografi
Jumlah penduduk pada 2007 ditaksir mencapai 687.477 jiwa yang terdiri dari 50,17 persen perempuan dan 49,83 persen laki-laki dengan kepadatan penduduk 545 jiwa per km persegi.
Perekonomian
Dengan luar areal sawah 11.806 hektare, perkebunan 3.825 hektare, dan tanah kering 46.894 hektare, sektor pertanian masih menjadi ujung tombak perekonomian Kabupaten Trenggalek. Pada 2007, produk padi sawah/ladang mencapai 131.701 ton, 75.654 ton jagung, serta 438.242 ton ubi kayu. Sedangkan perikanan menghasilkan 22.589,1 ton ikan dari sekitar 5.039 nelayan. Sektor industri dan pariwisata juga terus dikembangkan di Trenggalek, yang pada 2007 mencatat tingkat pertumbuhan ekonomi 5,45 persen dengan sektor pertanian memberikan kontribusi terbesar bagi PDRB hingga 34,71 persen.
NGAWI
Pengantar
Kabupaten Ngawi terletak di bagian barat Provinsi Jawa Timur yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah. Luas wilayah Kabupaten Ngawi adalah 1.298,58 km persegi dengan sekitar 40 persen berupa lahan sawah. Wilayah Kabupaten Ngawi berupa dataran tinggi dan tanah datar. Empat kecamatan terletak pada dataran tinggi, yaitu Kecamatan Sine, Ngrambe, Jogorogo, serta Kendal di kaki Gunung Lawu.
Demografi
Jumlah penduduk Kabupaten Ngawi pada akhir tahun 2006 adalah 873.489 jiwa, terdiri dari 426.615 penduduk laki-laki dan 446.874 perempuan, dengan rasio jenis kelamin 95. Artinya, pada setiap 100 penduduk perempuan terdapat 95 laki-laki.
Perekonomian
Pertanian masih merupakan sektor andalan Kabupaten Ngawi. Dari 129.598 hektare luas wilayah Kabupaten Ngawi, 72 persen berupa lahan sawah, hutan, serta tanah perkebunan. Sektor ini menyerap sekitar 76 persen dari total tenaga kerja yang ada. Dari lima subsektor pertanian (tanaman pangan, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan), subsektor tanaman pangan –khususnya komoditi padi– merupakan penyumbang terbesar terhadap total nilai produksi pertanian. Namun sejak 2004 sektor industri, terutama industri rumah tangga dan kelistrikan, mulai meningkat.
MAGETAN
Pengantar
Secara geografis, di sebelah utara Kabupaten Magetan berbatasan dengan Kabupaten Ngawi, di sebelah barat berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah, di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Madiun, serta di selatan berbatasan dengan Kabupaten Ponorogo. Luas wilayah Kabupaten Magetan adalah 688,85 km persegi.
Demografi
Secara administratif, Kabupaten Ngawi terbagi menjadi 16 kecamatan serta 235 desa/kelurahan. Kabupaten ini memiliki jumlah penduduk sekitar 615.254 jiwa.
Perekonomian
Kabupaten Magetan pada tahun 2006 memiliki beberapa komoditi unggulan di sektor perkebunan. Komoditi yang dihasilkan per tahun, antara lain, berupa kelapa sebesar 1.912 ton, jambu mete sebesar 270 ton, serta kopi arabika sebesar 97 ton. Dilihat dari segi ekonomi, total nilai PDRB yang dicapai Kabupaten Magetan pada tahun 2006 sebesar 1.275.239,40 (dalam juta rupiah) dengan konstribusi terbesar berasal dari pertanian, sektor industri pengolahan, serta dari sektor konstruksi.
PENUTUP
Melalui publikasi profil kelima Kabupaten ini, saya sebagai anggota DPR RI yang mewakili kelima wilayah tersebut, menghimbau dan mengajak partisipasi dan dukungan “sedulur kabeh” untuk bersama-sama membangun masa depan Pawitan Golek menjadi lebih maju dan berarti bagi Tanah Air yang kita cintai bersama ini.

Drs. Ramadhan Pohan, MIS
(Anggota Komisi II DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Timur VII)