ramadhanpohan

Font Size

Screen

Profile

Layout

Direction

Menu Style

Cpanel

*Berita Dapil

Hari Pertama Ramadhan Pohan Melakukan Reses di Kabupaten Ponorogo Masa Reses Persidangan III tahun 2011-2012.

  • PDF

Ponorogo- Masa Reses Persidangan III tahun 2011-2012 Ramadhan Pohan Anggota Komisi II DPR RI dapil 7 ini melakukan  kegiatan Resesnya di Ponorogo,Trenggalek,Pacitan,Magetan dan terakhir Ngawi untuk mengunjungi konstituen daerah pemilihanya.

Di hari pertamanya Minggu (29/04) Ramadhan Pohan mengunjugi Kabupaten Ponorogo dengan beberapa agenda, dimulai dengan melakukan jalan sehat bersama FGS (Forum Guru Swasta) di hari ulang tahunya yang ke-8 yang dihadiri pula wakil bupati ponorogo Hj.Yuni Widyaningsih serta jajaranya, ketua FGS Benny dan ketua DPC Demokrat Ponorogo H. Miseri Efendy.

Dalam sambutanya di hadapan sekitar ribuan masyarakat Ponorogo dan para guru swasta di depan Pemerintah Kabupaten Ponorogo Alun-Alun utara, Ramadhan Pohan berbicara “Melalui pendidikan mari kita bangun kebersamaan kesejahteraan guru yang bermatabat demi kemajuan dunia pendidikan pada umumnya dan Siap memperjuangan kesejahteraan para guru swasta dan mendorong pemerintah memprioritaskan kesejahteraanya”,katanya. Hal itu disampaikan Ramadhan Pohan sebelum melepas gerak jalan sehat pada hari ulang tahun ke-8 FGS (Forum Guru Swasta) se kabupaten Ponorogo.

Sebagai wakil rakyat dari dapil 7 (Ponorogo,Pacitan,Ngawi,Trenggalek,Magetan) dihari pertamaya Reses Masa Persidangan III tahun 2011-2012,Ramadhan Pohan mengungkapkan untuk mewujudkan aspirasi para guru swasta siap menjembatani agar kesejahteraan guru dapat di tingkatkan kepada instansi terkait “Hidup guru swasta dan jayalah guru swasta”demikian pekikan suara wakil rakyat dapil 7 jatim ini disambut tepuk tangan oleh para guru dan masyarakat ponorogo yang mengikuti gerak jalan sehat tersebut.

Kegiatan Reses berikutnya dihari yang sama minggu (28/04), setelah melepas jalan sehat dengan FGS (Forum Guru Swasta),Ramadhan Pohan melanjutkan ke desa beringan kecamatan jambon kabupaten ponorogo Jawa Timur. Disana, Anggota DPR RI dapil 7 jatim  ini mengikuti acara ‘Mlaku Bareng Ramadhan Pohan dengan masyarakat bringinan’ yang diadakan oleh Paguyuban Seni Gajah-Gajahan Ponorogo.

Dalam kegiatan Reses yang kedua itu, juga dihadiri Bupati Ponorogo H.Amin dan Ketua DPC
Partai Demokrat Ponorogo H. Miseri Efendy. Acara ‘Mlaku Bareng Ramadhan Pohan’ itu juga mendeklarasikan Paguyuban Seni Gajah-Gajahan di desa beringinan kecamatan jambon kabupaten Ponorogo jawa timur.

Usai menandatangi Prasasti Deklarasi kesenian gajah-gajahan, Ramadhan Pohan berharap kesenian Gajah-gajahan bisa mengikuti jejak seni Reog Ponorogo yang bisa berkembang menjadi kebudayaan nasional dan bisa populer di Indonesia dan dunia internasional.

Ramadhan Pohan berharap kesenian Gajah-gajahan yang hanya ada di Ponorogo ini bisa seperti Seni Reyog. Tidak hanya berkembang di Ponorogo saja, akan tetapi bisa berkembang sampai tingkat nasional, bahkan bisa mendunia,”Ungkapnya, dihadapan masyarakat desa beringinan kecamatan jambon kabupaten Ponorogo, Minggu (19/4/2012).

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Ponorogo H.Amin meminta agar Paguyuban Seni Gajah
bisa menjaga dan melestraikan kesenian gajah-gajahan agar bisa berkembang dan tetap eksis, khususnya yang ada di desa Bringinan sendiri.

“Usai dikunjungi Anggota DPP RI, Bupati, Anggota DPRD dan Muspika, Ramadhan Pohan berharapkan Seni Gajah-gajahan ini tetap eksis dan berkembang. Karena disinilah tempat di deklarasikanya paguyuban seni ini, sehingga desa Bringinan harus bisa menjadi contoh bagi desa-desa lainya,”harap Amin dalam sambutanya.

“Kami akan memperjuangkan dan berusaha semaksimal mungkin agar seni gajah-gajahan mendapatkan pengakuan bahwa benar-benar milik Ponorogo. Harus segera di Hak patenkan,”Ungkap Barno ketua paguyuban gajah-gajahan disela-sela acara.

Barno ketua paguyuban gajah-gajahan  mengaku telah berkeliling dari para anggota grup seni gajah gajahan ini rata-rata mereka sangat berminat serta antusiasmenya sangat tinggi. Apalagi, setelah dia menelusuri untuk mencari tahu tentang sejarah dari seni gajah - gajahan tersebut dia menungkapkan bahwa berawal dari peristiwa G 30 S PKI yang saat itu seni reog mengalami
kesurutan maka beberapa orang yang memang mempunyai jiwa seni kemudian
mencari alternatif lain untuk menyalurkan kreasinya dan munculah  seni lain yang berbasis Islami yaitu Seni Gajah-gajahan ini.

Barno mengungkapkan , di Ponorogo tercatat ada 32 kelompok seni Gajah-Gajahan yang memang belum terwadahi, atas penelusuranya.

Setelah usai acara di bringinan genda selanjutnya kunjungan Ramadhan Pohan ke pondok Pesantren Darul Istiqomah yang tidak terlalu jauh dari lokasi dan Silatuhrahmi ke kediaman Raden Tumegung Hartono Hadipuro di desa grogung kec ngebel kabupaten ponorogo Jawa Timur selanjutnya ke kabupaten Trengalek senin 30 April 2012,Pacitan dan Magetan Selasa 01 Mei 2012, terakhir ke kabupaten Ngawi. (Samsul- Sukandar GARASI)

Foto-foto Sukandar

Kemendag akan tingkatkan dana revitalisasi pasar

  • PDF

 

Pacitan, Jatim (ANTARA News) - Kementerian Perdagangan memastikan bahwa dana untuk merevitalisasi pasar tradisional yang tahun ini dialokasikan sebesar Rp180,5 miliar tidak akan dikurangi, tetapi justru akan ditingkatkan pada 2013.

"Nggak, bahkan kita lagi cari jalan untuk ditingkatkan dari alokasi atau sumber lain," kata Menteri Perdagangan Gita Wirjawan di Pacitan, Jawa Timur, Selasa, ketika ditanya seputar revisi anggaran dalam APBN-P 2012.

Menurut Gita, dalam APBN-P 2012, alokasi dana revitalisasi pasar tidak mengalami perubahan dan tetap sebesar Rp180,5 miliar.

Dengan dana itu, Kemendag akan membangun 20 Pasar Percontohan baru di 20 kabupaten/kota dalam tahun ini.

Pada 2011 lalu, Kemendag telah membangun/merevitalisasi pasar tradisional di 75 kabupaten/kota, termasuk 10 Pasar Percontohan, salah satunya Pasar Minulyo yang baru saja diresmikan Mendag di Pacitan.

Pasar Minulyo Pacitan merupakan Pasar Percontohan kelima yang telah diresmikan, dari 10 Pasar Percontohan yang dibangun pada 2011.

Pasar Minulyo mulai dibangun pada 2008 melalui pendanaan dari Bank BNI senilai Rp8 miliar, dana revitalisasi Kemendag Rp4 miliar pada 2009, dan Rp4 miliar lagi pada 2011.

Read more...

Mendag resmikan pasar percontohan di Pacitan

  • PDF

Pacitan, Jatim (ANTARA News) - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan di Pacitan, Jawa Timur, Selasa, meresmikan Pasar Minulyo, salah satu dari 10 Pasar Percontohan yang dibangun pemerintah dalam program pembangunan/revitalisasi pasar tradisional 2011.

Dalam pembangunannya, Pasar Minulyo mendapatkan alokasi dana dari Kementerian Perdagangan sebesar Rp4 miliar pada 2009, dan ditambah Rp4 miliar lagi pada 2011.

Dengan tambahan dana dari APBN 2011 sebesar Rp4 miliar, Pasar Minulyo sekarang sudah dilengkapi area kuliner serta kios-kios baru yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang pamer (show room).

Pasar Minulyo ini sangat strategis karena menjadi pilar penyangga ekonomi 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Pacitan, kata Mendag sebelum meresmikan pasar hasil relokasi Pasar Baleharjo yang terbakar pada 2007 lalu itu.

Menurut Gita Wirjawan, membangun konektivitas bukan hanya membangun infrastruktur seperti jalan, jalan rel, dan lain-lain, tetapi juga bagaimana mempertemukan pembeli dan penjual.

Revitalisasi dan pembangunan Pasar Percontohan bukan hanya mencakup perbaikan secara fisik, namun juga perbaikan pengelolaan dan pemberdayaan pedagang.

Dalam program pembinaan ini, Kementerian Perdagangan memfasilitasi pelaksanaan pos ukur ulang dalam upaya meningkatkan tertib ukur untuk melindungi konsumen.

Kemendag memberikan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pengelola serta pedagang dalam mengelola pasar.

"Kami juga membentuk tim khusus yang memberi masukan, rekomendasi, dan pendampingan, misalnya dalam hal mendesain pasar yang cocok dengan lokasi, adat, budaya, penghasilan, dan kekhasan daerah tersebut," kata Gita.

Area kuliner di Pasar Minulyo dibangun untuk menampung pedagang kaki lima yang sebelumnya berjualan di alun-alun kota Pacitan.

"Ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada UMKM, dan juga upaya penataan ruang dan wilayah agar lebih rapi dan teratur," tambah Mendag.

Pasar Minulyo dibangun di atas lahan seluas 21.769 M2, terbagi dalam enam blok dengan jumlah kios 242 unit, kemudian 20 los, dan 450 telasaran.

Pasar Minulyo Pacitan merupakan Pasar Percontohan kelima yang telah diresmikan, dari 10 Pasar Percontohan yang dibangun dalam 2011.

Pada 2011, selain membangun 10 Pasar Percontohan, Kementerian Perdagangan juga merevitalisasi pasar tradisional di 75 kabupaten/kota.

(S026)

Editor: Suryanto

Ngurusi Kerugian Daerah, Dewan ke Jakarta

  • PDF

BERBAGAI persoalan mencatut karut marut pengelolaan keuangan bersumber APBD yang menyebabkan kerugian daerah juga memusingkan kalangan dewan. Mereka harus ikut cawe-cawe untuk menuntaskan sederet perkara yang menjadi catatan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Seperti permasalahan Koperasi Cinta Damai (KCD), Tunjangan Komunikasi Intensif (TKI), asuransi kedewanan dan proyek bermasalah. ‘’Mulai hari ini (kemarin, Red), seluruh anggota dewan mengikuti workshop pembekalan untuk menyelesaikan kerugian daerah secara umum,’’ terang Dwi Rianto Jatmiko ketua DPRD Ngawi kepada koran ini.
Kata dia, rombongan dewan akan mengikuti workshop di dua lokasi berbeda. Yakni mendatangi Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Dirjen Biro Anggaran Keuangan Daerah (BAKD) Depdagri. Seluruh anggota dewan tanpa pengecualian wajib mengikuti kajian umum itu. ‘’Kami ingin tahu banyak metode dan formula yang bisa diterapkan untuk segera mengembalikan kerugian daerah itu,’’ paparnya.
Workshop di BPKP dan Dirjen BAKD Depdagri dinilai sangat penting untuk menambah wawasan anggota dewan. Mengingat sederet permasalahan keuangan yang dihadapi semakin komplek. Padahal, persoalan apapun yang menyebabkan kerugian negara dan daerah dalam waktu singkat harus terselesaikan. ‘’Setelah pulang dari Jakarta, Senin depan (19/3) kami sudah jadwalkan untuk memanggil tim TP-TGR (Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi, Red) guna mengerucutkan permasalahan,’’ jelas legislator PDI Perjuangan itu.
Bila permasalahan yang nyantol selama ini bisa terselesaikan dalam waktu singkat, dipastikan bisa mendongrak catatan BPK. Yakni, wajar tanpa pengecualian (WTP). Beberapa tahun terakhir, realisasi APBD selalu mendapat penilaian wajar dengan pengecualian (WDP). ‘’Karena masih ada beberapa persoalan kerugian daerah dan negara yang menyebabkan kami sulit untuk bisa meraih WTP,’’ ungkapnya.
Sementara, bedol desa anggota dewan ke Jakarta membuat gedung wakil rakyat yang berada di timur Alun-alun Merdeka itu sepi. Yang terlihat cuma segelintir staf kesekretariatan dewan (sekwan) yang tetap menjalankan aktivitas seperti biasanya. ‘’Beberapa pegawai sekwan juga ada yang ikut ke Jakarta. Rombongan naik kereta api ke Jakarta. Senin (19/3) mungkin sudah aktif semuanya. Sebab jadwalnya hanya dua hari saja,’’ imbuh sumber internal kesekwanan.(dip/eba)
(yogama)

Oktober, Semua Penduduk Sudah Harus Pegang E-KTP

  • PDF

KOTA – Layanan dokumen kependudukan tetap menjadi andalan Bupati Ponorogo H Amin sejak kampanye Pilkada dulu. Bahkan, Amin kini pasang target program E-KTP (kartu tanda penduduk elektronik) harus kelar dalam tempo empat bulan. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) wajib merampungkan pembuatan KTP elektronik bagi seluruh penduduk Ponorogo hingga Oktober mendatang. ‘’Baik atau tidaknya kinerja kepala dinas (dukcapil) dan stafnya terlihat dari program E-KTP ini,’’ terang Amin, kemarin (16/3).
Amin menyampaikan target kinerja ke dukcapil itu saat penutupan pelatihan operator pembuatan E-KTP, kemarin. Pelatihan yang diikuti operator dari semua kecamatan itu berlangsung selama empat hari. Bupati juga sempat mencoba pembuatan KTP elektronik. Mulai pengisian data riwayat hidup, sidik jari, hingga cek iris mata.
Namun, Amin juga menimpakan tugas ke seluruh camat, kepala desa, dan lurah ikut menyukseskan E-KTP. Aparat pemerintah di tingkat kecamatan dan desa itu diminta memobilisasi warganya segera mengurus KTP elektronik. ‘’Camat dan lurah juga harus proaktif, jangan hanya diam berpangku tangan,’’ tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dukcapil Ponorogo Edy Wiyono optimistis memenuhi deadline yang dipatok bupati itu. Sebab pihaknya sudah selesai mendistribusikan peralatan E-KTP ke semua kantor kecamatan. Layanan KTP elektronik dapat dimulai April mendatang. Edy juga mengaku sudah menyusun jadwal pembuatan E-KTP setiap desa. ‘’Dari jadwal yang sudah tersusun, kami yakin Oktober bisa selesai. Syaratnya para camat dan kades proaktif mengikuti jadwal itu,’’ terangnya.
Bersamaan dengan itu, jam kerja operator E-KTP ditambah menjadi 10 jam sehari. Ini lebih lama dari durasi kerja pegawai negeri yang hanya delapan jam. Penambahan dua jam kerja itu untuk memperlancar layanan pembuatan E-KTP. ‘’Tenaga operator memang harus bekerja ekstra untuk mengejar deadline,’’ terang Edy. (dhy/hw) (yogama) radarmadiun.com

Last Updated on Monday, 19 March 2012 04:37

You are here: