ramadhanpohan

Tuesday, 18 June 2013

Font Size

Screen

Profile

Layout

Direction

Menu Style

Cpanel
Drs. Ramadhan Pohan, MIS : Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Wakil Ketua Komisi l DPR RI, Wakil Sekretaris Jendral Partai Demokrat - Web : www.ramadhanpohan.com - Facebook : Ramadhan Pohan Parlemen - Twitter : @ramadhanpohan1

Berita Dapil

Latest Reviews

Demokrat Desak DPR Dukung Protokol Anti Penodaan Agama

Jika Protokol itu sudah dijadikan kesepakatan bersama dalam Konvensi Internasional, maka setelah diratifikasi oleh Pemerintah, maka disambut dengan kodifikasi hukum oleh Parlemen RI

Jakarta,POL

KETUA Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Ramadhan Pohan meminta DPR mendukung Protokol Anti Penodaan Agama sebagai sebuah Konvensi Internasional. Sebab, hal itu sangat penting dan mendesak  untuk meredakan ketegangan antar peradaban yang semakin memprihatinkan belakangan ini.

"Saya mendukung dan mendesak DPR untuk berbuat dalam mendukung dari sisi fungsi Parlemen," kata Ramadhan Pohan, Selasa (2/10/2012).

Menurut Ramadhan, dalam kapasitas Parlemen, ada dua yang bisa dilakukan. Yaitu, pertama jika Protokol itu sudah dijadikan kesepakatan bersama dalam Konvensi Internasional, maka setelah diratifikasi oleh Pemerintah, maka disambut dengan kodifikasi hukum oleh Parlemen RI. Kedua, yang bisa  dilakukan juga adalah lobi dengan menggunakan mekanisme hubungan antar parlemen dunia untuk menggolkan Protokol tersebut.

"Langkah itu seiring dengan peran strategis Indonesia akhir-akhir ini dalam penyelesaian masalah internasional, yang mendapat dukungan dan support, serta diakui oleh masyarakat internasional," katanya.

Untuk diketahui, Indonesia adalah negara berpopulasi muslim terbesar di dunia, yang sukses menapaki sistem demokrasi sejak reformasi 1998 bergulir. Tidak jarang kita menerima kekaguman internasional seperti terakhir  di Bali pada Kamis (20/9/2012).

Saat itu,  Menlu Amerika Serikat Hillary Clinton mengatakan, dalam mempromosikan demokrasi dan hak asasi, Indonesia dan Amerika Serikat memiliki tanggung jawab khusus. Selain itu, dalam penyelenggaraan Forum Demokrasi di Bali yang dihadiri oleh lebih 80 negara, Hillary juga memuji atas keberhasilan Indonesia mensukseskan Demokrasi tersebut.

Menurut Ramadhan, sukses Indonesia juga tak lepas dari usaha keras dari konsistensi menjaga keragaman dan harmoni. Untuk itulah Demokrasi di Indonesia dilengkapi oleh fitur khas yaitu UU Penodaan Agama. Terlepas dari kontroversial awalnya, namun bertujuan mulia untuk menjaga keharmonisan antar umat beragama.

Kemudian terkait dengan itu, di dunia sekarang sedang berkembang isyu yang mengglobal dan berdampak buruk bagi sosial keamanan yaitu tentang penodaan agama Islam oleh sebuah film independen yang berjudul "Innocence Of Muslims".

"Ini bukan saja melukai hati dan perasaan umat Islam di seluruh dunia. Tetapi juga mengancam secara langsung keamanan nasional berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan Indonesia," tandas dia.

Menurut Ramadhan, Indonesia memandang bahwa selain pentingnya Demokrasi dengan fitur HAM-nya, juga penting untuk dipahami dan dimiliki batasan etika, dan juga batasan legal formal dalam rangka memelihara harmoni dalam keragaman.

Untuk itulah Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono --dalam Sidang Umum PBB di New York pada 25 September 2012-- mengusulkan sebuah Protokol  Anti Penistaan Agama untuk dapat dipertimbangkan menjadi  sebuah Konvensi Internasional.

Dirancang Anti Kebakaran, Kok Ludes Dilalap Jago Merah

@IRNewscom I Jakarta: TERBAKARNYA Kapal Klewang 625  mengundang tanda tanya besar? Kenapa kapal cepat anti radar itu yang dipesan TNI AL, bisa terbakar. Padahal kapal dengan harga Rp 114 miliar itu, dirancang anti kebakaran.

Ini jika merujuk dari pernyataan PT Direktur Lundin Industry Invest, Lizza Ludin  bahwa kapal canggih itu akan dilengkapi teknologi springkle yang dapat mendeteksi api, dan bekerja secara otomatis jika terjadi kebakaran dalam kapal.     

Namun nyatanya, kapal yang dipesan oleh TNI AL, ternyata terbakar ludes ketika bersandar di dermaga Lanal Banyuwangi,Jumat (28/09) lalu. Rencananya TNI AL akan memesan empat buah kapal untuk jenis ini.

Meskipun PT Ludin, akan menggantinya, namun kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan pembuat kapal itu menjadi setengah hati. Tadinya masyarakat yang membayar pajak untuk melengkapi alutsita TNI AL, benar-benar berharap kapal ini akan menjadi kebanggaan.

Bahkan, Wakil Ketua Komisi I DPR, Ramadhan Pohan, menegaskan, jangan anggap enteng insiden buruk terbakarnya Kapal Cepat Rudal (KCR) KRI Klewang milik TNI Angkatan Laut. Ramadhan menegaskan, masalah ini bukan hanya persoalan ganti rugi semata tapi banyak yang harus diketahui di balik insiden tersebut. Menurutnya,  PT Lundin Industry Invest sebagai kontraktor pembuat kapal tak bisa tinggal diam dan lepas tanggung jawab.

"Kebakaran ini harus diselidiki. Lakukan investigasi menyeluruh. Bukan sekadar soal ganti rugi full oleh PT Lundin Industrty Invest sebagai kontraktor pembuat kapal. Ini soal image. Trust atau kepercayaan. Jadi tak boleh main-main dan anggap enteng kasus ini," ungkap Ramadhan, Sabtu (29/9) lalu.

Sementara itu, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Mayor Jenderal TNI Hartind Asrin mengatakan, insiden ini menjadi tanggung jawab PT Lundin Industry Invest sebagai kontraktor pembuat kapal.

"Harus ganti full. Itu ada dalam kontrak pengadaannya. Kalau sudah serah terima resmi, baru kami yang bertanggung jawab," ujar Hartind saat dikonfirmasi di Jakarta.     

TNI AL memesan empat unit kapal tersebut. Namun, baru tahapan uji coba berlayar untuk dilihat apa saja yang kurang guna disempurnakan.

"Kapal ini belum diserahterimakan secara resmi. Setiap pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista), selalu ada proses serah terima secara resmi dari pihak pembuat kepada kementerian pertahanan untuk kemudian diteruskan kepada matra pengguna. Serah terima itu dilakukan oleh Menhan," katanya.[*]

Jangan Remehkan Kebakaran KRI Klewang

JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi I DPR, Ramadhan Pohan, menegaskan, jangan anggap enteng insiden buruk terbakarnya Kapal Cepat Rudal (KCR) KRI Klewang milik TNI Angkatan Laut, Jumat (28/9),  yang baru diluncurkan pada 31 Agustus 2012 lalu dari galangan kapal PT Lundin Industrty Invest, Banyuwangi.

Ramadhan menegaskan, masalah ini bukan hanya persoalan ganti rugi semata tapi banyak yang harus diketahui di balik insiden tersebut. Ramadhan menegaskan, PT Lundin Industry Invest sebagai kontraktor pembuat kapal tak bisa tinggal diam dan lepas tanggung jawab.

"Kebakaran ini harus diselidiki. Lakukan investigasi menyeluruh. Bukan sekadar soal ganti rugi full oleh PT Lundin Industrty Invest sebagai kontraktor pembuat kapal. Ini soal image. Trust atau kepercayaan. Jadi tak boleh main-main dan anggap enteng kasus ini," ungkap Ramadhan, menjawab JPNN, Sabtu (29/9) siang.

Kapal seharga Rp114 miliar itu sebenarnya untuk menjaga pertahanan negara, tapi sebelum digunakan sudah terbakar. Saat ditanya apakah ini tidak mengganggu sistem pertahanan? Ramadan menegaskan, sebenarnya mengganggu. Namun dia meminta untuk menunggu hasil investigasi.

"Secara image, ini mengganggu sebenarnya. Saya harap TNI-AL dan rakyat jangan demoralisasi. Ini kan kecelakaan. Makanya kita sabar aja dulu menunggu investigasi menyeluruh selidiki insiden buruk ini," lanjut Wakil Sekretaris Jendral Partai Demokrat itu.

Dia pun memertanyakan kenapa kapal semahal itu pengamanan anti kebakarannya lemah dan buruk. "Ada banyak tanya di balik kebakaran ini. Kita tunggu saja progres investigasinya," kata mantan wartawan itu.

Seperti diketahui, KCR KRI Klewang milik TNI AL yang baru diluncurkan pada 31 Agustus 2012 lalu dari galangan kapal PT Lundin Industrty Invest, Banyuwangi, ludes terbakar Jumat (28/9) sore. Tidak satupun barang dari kapal yang kini bersandar di dermaga Pangkalan TNI AL Banyuwangi itu berhasil diselamatkan.

Belum diketahui secara pasti penyebab terbakarnya kapal perang jenis Trimaran milik TNI AL yang konon tercanggih ini. Saat kapal perang ini terbakar, sebenarnya masih dalam proses finishing. Puluhan pekerja, hingga kemarin masih ada yang memasang mesin. (boy/jpnn)

Garasi

Rekor MURI

Web Link

Visitors

Top 5:
Indonesia flag 50%Indonesia (6451)
Unknown flag 34%Unknown (4366)
Ukraine flag 5%Ukraine (640)
Russian Federation flag 4%Russian Federation (533)
Germany flag 2%Germany (203)
12780 visits from 67 countries

Newsline Quotes

You are here: