JAKARTA - Berbagai lembaga survei kerap menyebut suara Partai Demokrat pada Pemilu mendatang bakal anjlok. Terakhir, survei yang dirilis Lingkaran Survei Indonesia kemarin menyebut Demokrat bakalan dikalahkan PDIP atau Golkar dengan suara sekitar 7,5 persen saja.
Meski begitu, jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat tetap yakin bisa mengulangi sejarah kemenangan seperti pada pemilu 2009 lalu.
"Kami berbenah, itu pasti. Percayalah, tahun depan, popularitas PD bakal pulih. Tanda-tandanya jelas. Intinya, selama SBY masih di Partai Demokrat jutaan kader dan simpatisan tetap optimis," ujar Wakil Sekjend DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan kepada wartawan tadi malam.
Terkait kesimpulan survei LSI lainnya, yakni bahwa kinerja Presiden SBY tidak memuaskan terutama pada aspek perlindungan kebebasan beragama, Ramadhan meluruskannya.
"Nggaklah, SBY tegas dalam perlindungan ibadah dan pluralisme. Soal di lapangan, itu urusan polisi lah," sebutnya.
Ditambahkan, selama ini antar kader Partai Demokrat memang sering terjadi perbedaan pendapat. Namun hal itu bukan seperti yang disimpulkan LSI sebagau partai yang hanya sibuk dengan pertengkaran internal.
"Kesannya begitu. Tapi sejatinya di dalam aman-aman dan damai saja. Benar ada perbedaan pendapat, namanya juga berpartai wajarlah. Tapi garis perdebatan tidak melenceng dari arahan Kawanbin (SBY). Ketum juga senantiasa sejalan dan membenarkan pemikiran dan nasihat Kawanbin," terangnya.
"Saya sangat percaya Demokrat akan menang lagi. Perolehan Demokrat nanti akan signifikan, dan tak beda jauh dengan pemilu tahun lalu," tandanya.
Ramadhan: Tahun depan elektabilitas kami naik
Last Updated on Wednesday, 20 June 2012 09:17


